Tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan kembali menjadi sorotan politik setelah dikabarkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat pada 17–18 Januari 2026 di Jakarta Pusat. Kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta itu disebut memiliki makna strategis, terutama karena rakernas digadang-gadangkan akan membahas transformasi Gerakan Rakyat dari organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi partai politik yang resmi terdaftar.
Anies tercatat sebagai Anggota Kehormatan 001 Ormas Gerakan Rakyat, sebuah posisi simbolis yang menunjukkan hubungan dekatnya dengan kelompok ini. Dalam rakernas nanti, ia dijadwalkan tidak hanya hadir, tetapi juga menyampaikan pemikiran strategis mengenai agenda perjuangan dan gagasan perubahan untuk perbaikan tata kelola bangsa ke depan.
Rakernas tersebut diproyeksikan sebagai momentum besar bagi Gerakan Rakyat untuk mengonsolidasikan barisan seluruh pengurusnya dari pusat hingga daerah. Menurut Ketua Pelaksana Rakernas Besli Pangaribuan, forum ini akan dihadiri ribuan peserta yang terdiri dari ratusan pengurus pusat (DPP), anggota Dewan Pakar, serta perwakilan struktur organisasi di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota. Tujuan utamanya adalah memperkuat arah perjuangan organisasi dan membahas masa depan politiknya.
Pembahasan yang paling dinanti dalam Rakernas I adalah kemungkinan Gerakan Rakyat bertransformasi menjadi sebuah partai politik resmi. Isu ini bukan sekadar retorika internal, tetapi menjadi diskusi utama yang bisa menentukan langkah organisasi ini di panggung politik nasional. Forum strategis ini dirancang untuk menyerap aspirasi dari seluruh daerah, menunjukkan bahwa keputusan terkait status organisasi ini tidak akan diambil secara sepihak, tetapi melalui mekanisme demokratis.
Langkah Gerakan Rakyat menuju parpol mendapat sorotan tajam dari publik dan pengamat politik. Transisi ormas menjadi partai politik bukan hal mudah, karena melibatkan sejumlah persyaratan administratif dan struktural yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pengakuan dari negara. Ini termasuk pembentukan kepengurusan di seluruh wilayah Indonesia, penguatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah, dan persiapan dokumen untuk pendaftaran resmi kepada Kementerian Hukum dan HAM RI.
Dinamika politik semakin menarik karena banyak pihak melihat kehadiran Anies Baswedan dalam rakernas sebagai sinyal bahwa organisasi ini bisa menjadi salah satu kendaraan politik potensial bagi sosok yang sudah dikenal secara nasional. Sejak beberapa waktu lalu, Gerakan Rakyat telah menunjukkan komitmen kuat terhadap isu-isu sosial seperti keadilan ekologis dan respon terhadap bencana, yang dianggap relevan dengan gagasan perubahan yang sering disampaikan Anies.
Juru Bicara Gerakan Rakyat, Sarifadilah, menekankan bahwa rakernas tidak hanya soal urusan internal organisasi, tetapi juga menyoroti sejumlah persoalan penting di tingkat nasional, seperti krisis ekologis di Sumatera. Menurutnya, isu tersebut merupakan bentuk nyata dari kepedulian organisasi terhadap bencana dan mismanagement sumber daya alam yang harus segera dibenahi.
Transformasi organisasi ke partai politik akan membawa konsekuensi besar bagi struktur internal dan strategi politik Gerakan Rakyat. Jika berhasil menjadi parpol yang sah, ini berarti Gerakan Rakyat dapat terlibat langsung dalam kontestasi Pemilu dan Pilpres mendatang, termasuk berpotensi mengusung calon presiden sendiri. Perubahan status ini akan mengubah fungsi organisasi dari ruang diskusi dan aksi sosial menjadi alat perjuangan politik dengan kekuatan legislatif.
Menjelang rakernas, ada harapan dari internal Gerakan Rakyat bahwa organisasi ini akan mampu menjawab tantangan politik modern dan menjadi representasi baru bagi aspirasi rakyat. Kader-kader dari berbagai daerah telah menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi tentang pemetaan organisasi, strategi partai, serta peta politik nasional yang sedang berubah.
Namun, langkah ini tidak tanpa kritik. Beberapa pengamat politik menyatakan bahwa organisasi yang belum lama berdiri sebagai ormas memiliki tantangan besar dalam membangun struktur solid yang kuat untuk bersaing dengan partai politik mapan di Indonesia. Selain itu, transformasi menjadi parpol bisa menghadapi resistensi internal jika aspirasi daerah tidak selaras dengan aspirasi pusat.
Terlepas dari tantangan itu, momentum hadirnya Anies Baswedan dalam rakernas memberi energi tersendiri bagi seluruh anggota Gerakan Rakyat. Banyak pendukung yang melihat kehadirannya sebagai dukungan tidak langsung terhadap gagasan perubahan organisasi ini menjadi kekuatan politik yang lebih besar. Hal ini turut menarik perhatian berbagai media dan kalangan politik yang menilai rakernas menjadi titik awal perjalanan baru dalam lanskap politik Indonesia.
Rakernas I Gerakan Rakyat diperkirakan akan menjadi titik awal dari babak baru dalam perjalanan organisasi ini. Di satu sisi, ini adalah panggung bagi Anies Baswedan untuk menyampaikan gagasan strategis dalam memperbaiki sistem politik dan tata kelola bangsa. Di sisi lain, rakernas menjadi momen penting bagi Gerakan Rakyat untuk menentukan nasibnya sebagai organisasi yang siap atau belum siap melangkah ke arena politik formal sebagai partai politik nasional.
Dengan semua dinamika tersebut, publik politik Indonesia kini menunggu hasil rakernas ini dengan penuh antisipasi. Keputusan yang diambil dalam forum ini bisa menjadi penentu tidak hanya masa depan Gerakan Rakyat, tetapi juga peta persaingan politik menuju Pemilu dan Pilpres mendatang.