Tempat Wisata Dekat Kawah Ijen Lianny Hendrawati

Postingan ini adalah lanjutan menurut postingan : Perjalanan Menuju Kawah Ijen. Udah baca belum? Baca dulu ya, yang belum baca 😀

Yeah, akhirnya selesainya sampe zenit Kawah Ijen, cita rasanya segala lelah hilang lenyap diganti perasaan bahagia. Sekarang, setelah sarapan, waktunya balikke penginapan pada Catimor Homestay buat mandi dan pergi pulang ke Jember.

Dalam perjalanan ke penginapan, kami mampir terlebih dahulu pada Air Terjun Kali Pahit.  Sempat kaget lantaran terdapat goresan pena nggak boleh masuk, sesudah kami tanya ke petugas yg ada pada sana, kami boleh masuk kalo cuma buat foto-foto aja. Yang nggak boleh adalah mendaki menuju Kawah Ijen melalui Kali Pahit ini.

Dinamakan Kali Pahit lantaran air yg mengalir mengandung kadar belerang tinggi dan cita rasanya nggak tawar akan tetapi pahit. Katanya begitu, tentu saja gw nggak nyoba meminumnya hahaha. Sumber airnya dari dari Kawah Ijen. Pemandangan kali Pahit menggunakan batu-batuannya, indah banget buat foto-foto.

Lanjut lagi perjalanan, kami mampir pada Niagara kecil yang terletak di depan Catimor homestay, jalan kaki cuma lima mnt aja. Lucu ya namanya, Little Niagara (Niagara Mini), dinamakan begitu mungkin karena air terjunnya mirip air terjun Niagara yang terdapat pada Kanada. Cuman ini versi mininya 😀

Aku cuma motret beberapa kali aja pemandangan pada sini, sayang banget mestinya gw video aja ya Niagara kecil ini. Lingkungan di lebih kurang air terjun ini relatif asri dan indah buat foto-foto juga. Nah, ini penampakan Niagara kecil.

Setelah menurut sini langsung jalan kaki ke Catimor, segera mandi dan check out buat kembali Jember. Lagi-lagi baru nyadar sesudah hingga rumah kalo foto-fotonya cuma dikit. Ya nggak apalah daripada nggak ada sama sekali ya.

Suamiku sempat ambil brosur catimor homestay. Ditulis disitu kalo di Catimor homestay kita dapat melihat warisan budaya, misalnya memetik kopi Arabica dan melihat proses penggilingan biji kopi yang membuat kopi Arabica yg memiliki rasa khas.

Selain menikmati kopi Arabica, kita jua bisa menggunakan fasilitas yang terdapat seperti kolam renang, restoran, snack dan tenis. Kami nggak sempat buat menikmati fasilitas yg terdapat ini, ya cuma istirahat beberapa jam & mandi aja sih.

Kami serombongan menyewa 1 tempat tinggalyang isinya ada 11 kamar. Jadi di rumah ini ada ruang makan & ruang tamu yang cukup luas. Enak kalo rame-rame nyewa 1 tempat tinggalgini, sanggup ngobrol puas pada ruang tamunya.

Aku dan suami menempati kamar yang dekat menggunakan ruang tamu. Dinding kamar terbuat berdasarkan bambu. Ada wastafel dekat loka tidur & terdapat loka jemuran baju jua pada pada kamar. Colokan kalo nggak salahliat sih cuma ada satu di tembok dekat loka tidur. Ada meja minidi samping loka tidur, no TV.

Untuk kamar mandinya sendiri terdapat bak mandi dan shower, sebenarnya bisa air panas, tapi sayang di kamar kami air panasnya minibanget nyalanya, jadi terpaksa mandi menggunakan air relatif dingin. Padahal perlu banget nih air panas pada tempat yg hawanya dingin seperti ini. Tapi nggak semua air panasnya rewel seperti di kamar kami, ada yang air panasnya lancar jaya. Duh, mau motret kamar mandinya kok kelupaan 😀

Ada wifi jua yang sanggup kita gunakan. Senangnya waktu nyambung wifi, eksklusif deh telpon anak-anak lantaran sepanjang bepergian emang nggak terdapat sinyalnya.

Harga kamar di Catimor Homestay bervariasi, sekitaran Rp 240.000 – Rp 400.000 detail hubungi hubungan person pada bawah.

Kami pergi kembali ke jember sekitar jam 12.30 WIB. Ada beberapa sahabat yg pulang belakangan karena ingin ke air terjun Blawan lebih dulu.

Air Terjun Blawan letaknya pada desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Bondowoso. Air terjun ini adalah hilir menurut Kali Pahit yang merupakan rembesan menurut Kawah Ijen yang penuh dengan kadar belerang & dikelilingi oleh https://ijencratertour.com tumbuhan makademia.

Satu kawasan menggunakan air terjun Blawan, terdapat pemandian air panas yg bersumber berdasarkan mata air gunung Ijen. Katanya sih sehabis mandi & berendam air panas yg mengandung belerang ini dipercaya bisa mengurangi pegal dalam tubuh sehingga badan jadi segar kembali.

Yah, usai sudah bepergian menuju kaldera ijen, waktunya pergi. Kami makan siang dulu pada Bondowoso dan sampe pada Jember sore hari sekitar jam 16.00 WIB. Senangnya! Senang sudah sanggup menuju Kawah Ijen meskipun rada kecewa jua karena gerimis & kabut tebal sebagai akibatnya pemandangan Kawah Ijen & Kawah Wurung nggak terlalu kelihatan. Tapi gini aja udah relatif bahagia & bersyukur Tuhan memberi kelancaran & keselamatan pada perjalanan kami ini.

Jadi buat teman-teman yang mau ke Kawah Ijen, jangan lupa mampir ke loka-loka indah lainnya di sekitaran Kawah Ijen. Mumpung kan, sekali dayung 2 3 air terjun terlampaui #eh galat yaa haha 😀

Tempat Wisata Dekat Kawah Ijen:Kawah WurungAir Terjun Kali PahitAir terjun BlawanPemandian air panas BlawanAir terjun Niagara kecil (Little Niagara)Catimor HomestayInformasi/reservasi Telp. 0331-486861 Fax. 0331-485550Kontak Person:Kantor : 085231577847Titik S: 085233297453 Indah S: 082332628342About the Author

Happy mom with three nice children

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *