Pembuatan Biogas Indonesia Skala Rumah Tangga

Pembuatan Biogas Indonesia Skala Rumah Tangga

Biogas Indonesia merupakan salah satu pemanfaatan kotoran hewan terutama sapi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang berada di sekitar peternakan sapi. Pasalnya, pemanfaatan kotoran hewan tersebut,tidak hanya untuk menjaga lingkungan dari pencemaran organik, juga memberikan nilai ekonomis yang lainnya.

Pembuatan Biogas Indonesia

Pengolahan kotoran sapi menjadi biogas Indonesia dapat dilaksanakan dengan cara yang sederhana dan minim biaya. Artinya dapat dilakukan secara swadaya atau pilihannya adalah bergotong royong bersama tetangga.

Hal ini disebabkan, hasil fermentasi yang berupa biogas tersebut dapat digunakan secara bersama. Berdasarkan pengalaman para peternak sapi yang melakukan tata kelola kotoran sapi, menyatakan bahwa 2 ekor sapi dewasa dapat menghasilkan biogas setara dengan kebutuhan energi untuk memasak bagi 2 sampai 3 orang

Cara membuat Biogas

  1. Pada bak penampungan smeentara Kotoran sapi yang masih baru dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 1. Aduk hingga menjadi seperti lumpur.
  2. Selanjutnya, alirkan ke larutan tersebut ke dalam digester atau tangki yang akan digunakan untuk membantu proses penguraiannya melalui lubang pemasukan.
  3. Bacalah terlebih dahulu kran pengeluaran udara yang ada pada tangki. Hal ii untuk membuang gas yang ada. agar proses pengisiannya menjadi lebih mudah, dan udara yang ada pada tanki cepat keluar. Lakukanlah hingga kotoran sapi habis atau sampai tangki penuh,
  4. Tambahkanlah starter khusus untuk pembentukan biogas kotoran sapi ke dalam tangki tersebut. sebanyak 1 liter.
  5. Isilah rumen segar yang petrenak bisa dapatkan dari rumah pemotongan hewan sapi sebanyak 5 karung jika kapasitas tangki digester yang digunakan adalah sebesar 3,5 m2 – 5 m2.
  6. Setelah penuh, tutup kran gas dan inlet agar proses fermentasi berjalan dengan sempurna.
  7. Selanjutnya, secara konsisten peternak harus membuang gas yang terbentuk secara perlahan pada hari-hari tertentu. Ini dilakukan pada hari pertama sampai hari kedelapan. PAsalnya pada hari-hari itu, terbentuk gas karbondioksida yang berpotensi mengganggu proses anaerob.
  8. Pada hari ke 10- ke 11 baru akan terbentuk gas metan, dan produksi karbondioksida akan mulai menurun.

Pada hari ke 14 dan seterusnya, akan mulai terbentuk gas metana dan karbondioksida dalam perbandingan yang ideal, yaitu 54 persen dan 27 persen. Dan sudah dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti LPG.

Agar selalu menghasilkan komposisi gas yang tepat, maka peternak dapat menambahkan lumpur kotoran sapi tadi yang baru setiap harinya agar selalu dapat digunakan, Sebab, jika volume gas yang dihasilkan dari proses ini menurun, maka tidak dapat digunakan sebagai bahan bakar.

Biogas Indonesia merupakan pemanfaatan energi alternatif dari sampah organik, yaitu kotoran sapi. Selain aman, juga memiliki nilai ekonomis, yaitu penggunanya tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli bahan bakar memasak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *